Recycle Product collect :

Discount 20% For All Product → Recycle Product

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Juru Malaria Desa : “..Tugasku Tak Sekedar Mencari Penderita Malaria...”

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-01
Title : Juru Malaria Desa: “..Tugasku Tak Sekedar Mencari Penderita Malaria...”
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 25.000,-/ USD 10


REVIEW
Meskipun dihadapkan pada dilema dalam menjamin keberadaanya, Juru Malaria Desa (JMD) dalam program pengendalian malaria ditengarai mempunyai peran penting yang belum tergantikan oleh strategi lain. Sebenarnya, apa saja peran nyata JMD dan bagaimana relasi sosial ekonomi antara JMD dan masyarakat ? Tulisan ini berupaya mengungkap gambaran secara lengkap tentang peran JMD disertai relasi sosial ekonomi yang terbangun antara masyarakat dan JMD dalam menghadapi malaria, serta bagaimana upaya sistem kesehatan mengelola barisan terdepan surveilens malaria ini di tengah keterbatasan (baca:anggaran atau biaya operasional).

Tantangan terberat tentu saja adalah merumuskan desain modifikasi pemberdayaan masyarakat yang sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah dan kemudian secara konsisten mengupayakannya, terlepas dari tersedia atau tidaknya dukungan pendanaan dari pihak lain.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-01
Title : Juru Malaria Desa: “..Tugasku Tak Sekedar Mencari Penderita Malaria...”
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 25.000,-/ USD 10


REVIEW
Meskipun dihadapkan pada dilema dalam menjamin keberadaanya, Juru Malaria Desa (JMD) dalam program pengendalian malaria ditengarai mempunyai peran penting yang belum tergantikan oleh strategi lain. Sebenarnya, apa saja peran nyata JMD dan bagaimana relasi sosial ekonomi antara JMD dan masyarakat ? Tulisan ini berupaya mengungkap gambaran secara lengkap tentang peran JMD disertai relasi sosial ekonomi yang terbangun antara masyarakat dan JMD dalam menghadapi malaria, serta bagaimana upaya sistem kesehatan mengelola barisan terdepan surveilens malaria ini di tengah keterbatasan (baca:anggaran atau biaya operasional).

Tantangan terberat tentu saja adalah merumuskan desain modifikasi pemberdayaan masyarakat yang sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah dan kemudian secara konsisten mengupayakannya, terlepas dari tersedia atau tidaknya dukungan pendanaan dari pihak lain.

Pelayanan Kesehatan Reproduksi di Puskesmas

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-02
Title : Pelayanan Kesehatan Reproduksi di Puskesmas
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 25.600,-/ USD 10


REVIEW
Untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan tertinggi, pemerintah harus mengubah kebijakan nasional sesuai dengan komitmen global yang berlaku. Kebijakan dan program kesehatan harus jelas, aktif dan berperspektif gender sehingga tercipta pelayanan kesehatan yang setara, terutama bagi perempuan. Pelayanan kesehatan reproduksi yang terintegrasi harus disesuaikan dengan kebutuhan perempuan, misalnya berupa konseling seksualitas, kehamilan dan metode kontrasepsi; pendidikan kesehatan reproduksi dan gender; pencegahan, pemeriksaan dan pengobatan PMS; pencegahan dan pengobatan infertilitas; serta kehamilan, perawatan paska melahirkan, perawatan ibu dan bayi. Pelayanan kesehatan reproduksi dan seksualitas yang terintegrasi di pusat pelayanan kesehatan akan berfungsi sebagai indikator kesadaran masyarakat terhadap hak perempuan dan kesehatan.

Buku ini memberikan gambaran pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas, khususnya ketersediaan pelayanan kesehatan reproduksi bagi perempuan dan kelompok-kelompok lain yang belum tersentuh seperti kelompok remaja dan usia lanjut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong perubahan yang terus menerus dan bertahap pada sistem kesehatan agar lebih berperspektif gender, menciptakan pelayanan kesehatan yang bebas dari diskriminasi serta senantiasa mengutamakan hak-hak pasien.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-02
Title : Pelayanan Kesehatan Reproduksi di Puskesmas
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 25.600,-/ USD 10


REVIEW
Untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan tertinggi, pemerintah harus mengubah kebijakan nasional sesuai dengan komitmen global yang berlaku. Kebijakan dan program kesehatan harus jelas, aktif dan berperspektif gender sehingga tercipta pelayanan kesehatan yang setara, terutama bagi perempuan. Pelayanan kesehatan reproduksi yang terintegrasi harus disesuaikan dengan kebutuhan perempuan, misalnya berupa konseling seksualitas, kehamilan dan metode kontrasepsi; pendidikan kesehatan reproduksi dan gender; pencegahan, pemeriksaan dan pengobatan PMS; pencegahan dan pengobatan infertilitas; serta kehamilan, perawatan paska melahirkan, perawatan ibu dan bayi. Pelayanan kesehatan reproduksi dan seksualitas yang terintegrasi di pusat pelayanan kesehatan akan berfungsi sebagai indikator kesadaran masyarakat terhadap hak perempuan dan kesehatan.

Buku ini memberikan gambaran pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas, khususnya ketersediaan pelayanan kesehatan reproduksi bagi perempuan dan kelompok-kelompok lain yang belum tersentuh seperti kelompok remaja dan usia lanjut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong perubahan yang terus menerus dan bertahap pada sistem kesehatan agar lebih berperspektif gender, menciptakan pelayanan kesehatan yang bebas dari diskriminasi serta senantiasa mengutamakan hak-hak pasien.

Kiprah Dinas Kesehatan Sleman dan 9 Puskesmas dalam Mewujudkan Kesehatan Reproduksi Terintegrasi 2004-2005

0


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-03
Title : Kiprah Dinas Kesehatan Sleman dan 9 Puskesmas dalam Mewujudkan Kesehatan Reproduksi Terintegrasi 2004-2005
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 15.000,-/ USD 5


REVIEW
Pembenahan sistem dalam rangka menuju program/pelayanan kesehatan reproduksi yang terintegrasi, penyediaan informasi dan konseling, pelayanan terhadap kelompok khusus seperti remaja dan usia lanjut adalah sumbangan pengembangan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan 9 Puskesmas yang menjadi tindak lanjut program fasilitasi ini. Tentunya masih banyak hal yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa pelayanan

kesehatan reproduksi yang terintegrasi akan benar-benar terwujud dan terpelihara di puskesmas. Walaupun begitu, perubahan yang bermakna ini diharapkan dapat makin memicu semangat setiap stakeholder yang terlibat untuk terus-menerus berupaya mewujudkan dan menjamin pelayanan kesehatan reproduksi terintegrasi di wilayah Kabupaten Sleman.

Publikasi ini merekam beberapa aktivitas Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan puskesmas dalam upayanya menciptakan pelayanan kesehatan reproduksi terintegrasi di Kabupaten Sleman. CHPSS berharap bisa menjadi inspirasi bagi pihak-pihak lain yang menjadi penentu kebijakan di bidang kesehatan reproduksi.

DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-03
Title : Kiprah Dinas Kesehatan Sleman dan 9 Puskesmas dalam Mewujudkan Kesehatan Reproduksi Terintegrasi 2004-2005
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 15.000,-/ USD 5


REVIEW
Pembenahan sistem dalam rangka menuju program/pelayanan kesehatan reproduksi yang terintegrasi, penyediaan informasi dan konseling, pelayanan terhadap kelompok khusus seperti remaja dan usia lanjut adalah sumbangan pengembangan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan 9 Puskesmas yang menjadi tindak lanjut program fasilitasi ini. Tentunya masih banyak hal yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa pelayanan

kesehatan reproduksi yang terintegrasi akan benar-benar terwujud dan terpelihara di puskesmas. Walaupun begitu, perubahan yang bermakna ini diharapkan dapat makin memicu semangat setiap stakeholder yang terlibat untuk terus-menerus berupaya mewujudkan dan menjamin pelayanan kesehatan reproduksi terintegrasi di wilayah Kabupaten Sleman.

Publikasi ini merekam beberapa aktivitas Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan puskesmas dalam upayanya menciptakan pelayanan kesehatan reproduksi terintegrasi di Kabupaten Sleman. CHPSS berharap bisa menjadi inspirasi bagi pihak-pihak lain yang menjadi penentu kebijakan di bidang kesehatan reproduksi.

Kekekerasan Terhadap Perempuan : Perspektif dan Penanganan

0


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-04
Title : Kekekerasan Terhadap Perempuan : Perspektif dan Penanganan
Author : Wahyuning Nugraheni, Johana E. Prawitasari, Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 35.000,-/ USD 10


REVIEW
Upaya global untuk meningkatkan hak kesehatan reproduksi dan kesehatan reproduksi perempuan merupakan pertanda baik bagi kemanusiaan. Namun implementasi dari rekomendasi dan deklarasi dari setiap konferensi dunia maupun nasional, tidaklah semudah yang diharapkan. Kebijaksanaan tiap-tiap negara berbeda satu dengan lainnya. Negara tetangga kita seperti Malaysia, Philipina dan Singapura misalnya, mereka mempunyai hokum sendiri untuk melindungi hak-hak tersebut. Indonesia sendiri meskipun mendukung upaya global dan telah mempunyai Komisi Penghapusan Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW), dalam implementasi dan pergerakannya mengalami banyak kendala. Salah satu hambatannya adalah ketidaktahuan penentu dan pembuat kebijakan terhadap persoalan-persoalan tersebut dan dampaknya. Kekerasan terhadap perempuan, termasuk di dalamnya perkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga dengan konsekuensi fisik, psikologi dan sosialnya, merupakan trauma tersembunyi yang berdampak besar pada kesejahteraan korban.

Buku ini merupakan sebuah upaya untuk menyajikan persoalan kekerasan terhadap perempuan dari berbagai sudut pandang serta bagaimana penanganannya. Tulisan dan data kekerasan perempuan yang terjadi di Indonesia dalam buku ini berasal dari berbagai narasumber yang kami himpun dari workshop dan seminar yang kami selenggarakan. Buku ini juga memaparkan hasil penelitian “Peran Kepolisian dalam Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan” dan “Situasi Lapangan Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Yogyakarta : Persepsi Pendamping Korban”.

Pengantar buku ini akan menguraikan persoalan dilematik dalam kekerasan terhadap perempuan, konsekuensinya, dan perlindungan hukum yang diperlukan. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan persoalan yang rumit dimana banyak faktor seperti faktor eksternal yakni budaya dan sosial, serta nilai dan sistem kepercayaan individu, mempengaruhi pengambilan keputusan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Begitu pula dengan keputusan untuk melanjutkan kehamilan atau melakukan aborsi pada korban perkosaan, bukanlah pilihan yang mudah. Hukum untuk melindungi kekerasan terhadap perempuan benar-benar diperlukan.

DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-04
Title : Kekekerasan Terhadap Perempuan : Perspektif dan Penanganan
Author : Wahyuning Nugraheni, Johana E. Prawitasari, Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 35.000,-/ USD 10


REVIEW
Upaya global untuk meningkatkan hak kesehatan reproduksi dan kesehatan reproduksi perempuan merupakan pertanda baik bagi kemanusiaan. Namun implementasi dari rekomendasi dan deklarasi dari setiap konferensi dunia maupun nasional, tidaklah semudah yang diharapkan. Kebijaksanaan tiap-tiap negara berbeda satu dengan lainnya. Negara tetangga kita seperti Malaysia, Philipina dan Singapura misalnya, mereka mempunyai hokum sendiri untuk melindungi hak-hak tersebut. Indonesia sendiri meskipun mendukung upaya global dan telah mempunyai Komisi Penghapusan Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW), dalam implementasi dan pergerakannya mengalami banyak kendala. Salah satu hambatannya adalah ketidaktahuan penentu dan pembuat kebijakan terhadap persoalan-persoalan tersebut dan dampaknya. Kekerasan terhadap perempuan, termasuk di dalamnya perkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga dengan konsekuensi fisik, psikologi dan sosialnya, merupakan trauma tersembunyi yang berdampak besar pada kesejahteraan korban.

Buku ini merupakan sebuah upaya untuk menyajikan persoalan kekerasan terhadap perempuan dari berbagai sudut pandang serta bagaimana penanganannya. Tulisan dan data kekerasan perempuan yang terjadi di Indonesia dalam buku ini berasal dari berbagai narasumber yang kami himpun dari workshop dan seminar yang kami selenggarakan. Buku ini juga memaparkan hasil penelitian “Peran Kepolisian dalam Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan” dan “Situasi Lapangan Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Yogyakarta : Persepsi Pendamping Korban”.

Pengantar buku ini akan menguraikan persoalan dilematik dalam kekerasan terhadap perempuan, konsekuensinya, dan perlindungan hukum yang diperlukan. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan persoalan yang rumit dimana banyak faktor seperti faktor eksternal yakni budaya dan sosial, serta nilai dan sistem kepercayaan individu, mempengaruhi pengambilan keputusan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Begitu pula dengan keputusan untuk melanjutkan kehamilan atau melakukan aborsi pada korban perkosaan, bukanlah pilihan yang mudah. Hukum untuk melindungi kekerasan terhadap perempuan benar-benar diperlukan.

Perjalanan Inisiatif Anti Malaria di Menoreh

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-05
Title : Perjalanan Inisiatif Anti Malaria di Menoreh
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 35.000,-/ USD 10


REVIEW
Inisiatif Anti Malaria Indonesia (IAMI) hadir sebagai wujud kepedulian terhadap urgensi malaria di perbukitan Menoreh. Stakeholder yang bahu membahu bekerja sama dalam inisiatif ini diantaranya adalah (Naval Medical Research Unit) Namru-2, Direktorat Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Departemen Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Badan Litbang) Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Kulonprogo, Dinas Kesehatan Magelang dan Dinas Kesehatan Purworejo. IAMI didukung oleh dana dari United States Agency of International Development (USAID). Diujung perjalanannya, selain didukung oleh para konsultan dan ahli, IAMI juga didukung oleh beberapa organisasi swadaya masyarakat dan swasta (Yayasan Indonesia Sejahtera – YIS dan Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Sosial/The Center for Health Policy and Social Studies - CHPSS). CHPSS berperan mengikuti perjalanan IAMI dan menorehkannya sebagai catatan dalam buku ini sehingga kiprahnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Buku ini berisi catatan perjalanan IAMI yang dirangkum dari berbagai dokumen proyek serta hasil notulensi semua kegiatan IAMI selama kurang lebih 12 bulan. Dengan demikian, banyak sekali pihak baik yang terlibat secara langsung maupun tak langsung dalam penulisan telah memberikan sumbangan pemikiran dalam buku ini. CHPSS juga melakukan tinjauan pustaka yang ditempatkan pada awal buku, sebagai bahan penambah wawasan bagi semua pihak yang berminat. IAMI dalam perspektif stakeholder mengangkat opini para penerima program, yang dieksplorasi oleh CHPSS sebagai upaya ‘listening to the voice of beneficiaries’ demi memberikan masukan terhadap perbaikan di masa yang akan datang. Catatan perjalanan ini ditutup oleh kesimpulan dan usulan yang diangkat dari opini ketua tim penulis selama mengikuti kiprah IAMI.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-05
Title : Perjalanan Inisiatif Anti Malaria di Menoreh
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 35.000,-/ USD 10


REVIEW
Inisiatif Anti Malaria Indonesia (IAMI) hadir sebagai wujud kepedulian terhadap urgensi malaria di perbukitan Menoreh. Stakeholder yang bahu membahu bekerja sama dalam inisiatif ini diantaranya adalah (Naval Medical Research Unit) Namru-2, Direktorat Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Departemen Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Badan Litbang) Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Kulonprogo, Dinas Kesehatan Magelang dan Dinas Kesehatan Purworejo. IAMI didukung oleh dana dari United States Agency of International Development (USAID). Diujung perjalanannya, selain didukung oleh para konsultan dan ahli, IAMI juga didukung oleh beberapa organisasi swadaya masyarakat dan swasta (Yayasan Indonesia Sejahtera – YIS dan Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Sosial/The Center for Health Policy and Social Studies - CHPSS). CHPSS berperan mengikuti perjalanan IAMI dan menorehkannya sebagai catatan dalam buku ini sehingga kiprahnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Buku ini berisi catatan perjalanan IAMI yang dirangkum dari berbagai dokumen proyek serta hasil notulensi semua kegiatan IAMI selama kurang lebih 12 bulan. Dengan demikian, banyak sekali pihak baik yang terlibat secara langsung maupun tak langsung dalam penulisan telah memberikan sumbangan pemikiran dalam buku ini. CHPSS juga melakukan tinjauan pustaka yang ditempatkan pada awal buku, sebagai bahan penambah wawasan bagi semua pihak yang berminat. IAMI dalam perspektif stakeholder mengangkat opini para penerima program, yang dieksplorasi oleh CHPSS sebagai upaya ‘listening to the voice of beneficiaries’ demi memberikan masukan terhadap perbaikan di masa yang akan datang. Catatan perjalanan ini ditutup oleh kesimpulan dan usulan yang diangkat dari opini ketua tim penulis selama mengikuti kiprah IAMI.

Health For All: Is It Coming Closer or Further Away from Indonesia

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-06
Title : Health For All: Is It Coming Closer or Further Away from Indonesia
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 50.000,-/ USD 10


REVIEW
The basic principle of equity in health care means that health care should be distributed according to need regardless of ability to pay. The extent to which a population gains the services they need to achieve the best possible outcome is determined by accessibility. A barrier to access is indicated when utilization does not occur in the presence of need. This study aims: 1) To evaluate the impact of health care privatization to health care access of the poor. 2) To observe the impact of organizational reform to the provision of basic health care for the poor. 3) To evaluate whether the protection mechanism successfully ensures access for the poor. 4) To identify local initiatives that successfully ensures access for the poor under resource constraints in the context of post decentralization.

This is an observational case study using a qualitative and quantitative approach. The main unit analysis of the study is the district, which are the Tabanan and Jembrana districts in Bali province. Data collection methods included document reviews, community surveys and in-depth interviews.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-06
Title : Health For All: Is It Coming Closer or Further Away from Indonesia
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 50.000,-/ USD 10


REVIEW
The basic principle of equity in health care means that health care should be distributed according to need regardless of ability to pay. The extent to which a population gains the services they need to achieve the best possible outcome is determined by accessibility. A barrier to access is indicated when utilization does not occur in the presence of need. This study aims: 1) To evaluate the impact of health care privatization to health care access of the poor. 2) To observe the impact of organizational reform to the provision of basic health care for the poor. 3) To evaluate whether the protection mechanism successfully ensures access for the poor. 4) To identify local initiatives that successfully ensures access for the poor under resource constraints in the context of post decentralization.

This is an observational case study using a qualitative and quantitative approach. The main unit analysis of the study is the district, which are the Tabanan and Jembrana districts in Bali province. Data collection methods included document reviews, community surveys and in-depth interviews.

Women's Reproductive Rights and Health in The Neighboring Countries: Indonesia, Singapore, Philippines and Malaysia

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-07
Title : Women's Reproductive Rights and Health in The Neighboring Countries: Indonesia, Singapore, Philippines and Malaysia
Author : Johana E. Prawitasari, Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 50.000,-/ USD 15


REVIEW
Global efforts in improving the conditions of women’s reproductive rights and health are a good sign for humanity. In the implementation of the recommendations and declarations of each global and regional conference, however, is not as smooth as it is expected. Policies in each country differ from one another. From the neighboring countries like Malaysia, Philippines, and Singapore for example, they have already laws protecting those rights. Indonesia although follows the global effort and has also Committee on the Elimination of Discrimination Against Women (CEDAW), yet the implementation and movement have so many obstacles. One of the obstacles is the ignorance of the decision and policy makers to the issues and the affecting results. Violence against women – including rape and domestic violence with its physical, psychological, and social consequences – is a silent trauma but affecting heavily to the victims’ well being. This book is an effort in presenting lessons learnt from the neighboring countries: Malaysia, the Philippines, and Singapore experiences in handling violence against women and its law protections. The book covers also the issues in Indonesia.

The introduction of the book will cover the dilemmatic issues on violence against women, its consequences, and law protection needs. Specifically domestic violence is a delicate issue since many factors such as culture and society as external factors, value and belief system within individuals, affects the decision to act and solve the problem. Also pregnancy continuance or abortion option for rape victim is also not an easy choice. Law to protect violence against women is heavily needed. Those issues will be discussed in this introduction.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-07
Title : Women's Reproductive Rights and Health in The Neighboring Countries: Indonesia, Singapore, Philippines and Malaysia
Author : Johana E. Prawitasari, Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 50.000,-/ USD 15


REVIEW
Global efforts in improving the conditions of women’s reproductive rights and health are a good sign for humanity. In the implementation of the recommendations and declarations of each global and regional conference, however, is not as smooth as it is expected. Policies in each country differ from one another. From the neighboring countries like Malaysia, Philippines, and Singapore for example, they have already laws protecting those rights. Indonesia although follows the global effort and has also Committee on the Elimination of Discrimination Against Women (CEDAW), yet the implementation and movement have so many obstacles. One of the obstacles is the ignorance of the decision and policy makers to the issues and the affecting results. Violence against women – including rape and domestic violence with its physical, psychological, and social consequences – is a silent trauma but affecting heavily to the victims’ well being. This book is an effort in presenting lessons learnt from the neighboring countries: Malaysia, the Philippines, and Singapore experiences in handling violence against women and its law protections. The book covers also the issues in Indonesia.

The introduction of the book will cover the dilemmatic issues on violence against women, its consequences, and law protection needs. Specifically domestic violence is a delicate issue since many factors such as culture and society as external factors, value and belief system within individuals, affects the decision to act and solve the problem. Also pregnancy continuance or abortion option for rape victim is also not an easy choice. Law to protect violence against women is heavily needed. Those issues will be discussed in this introduction.

Inequity Of Access To Malaria Treatment In Times Of Economic Crisis And Health Sector Reform: A Case Study Of Kulonprogo District, Yogyakarta Special Province Of Indonesia

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-08
Title : Inequity Of Access To Malaria Treatment In Times Of Economic Crisis And Health Sector Reform:
A Case Study Of Kulonprogo District, Yogyakarta Special Province Of Indonesia
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 50.000,-/ USD 15


REVIEW
Current health reform and decentralization is occurring against a backdrop of economic uncertainty brought about the economic crisis in 1997 and changes in national leadership. The malaria control program is vulnerable to changes due to decentralization because access to early diagnosis and appropriate treatment of febrile illnesses is the key to controlling malaria morbidity and mortality. The study examined the implications of economic change and decentralization on the malaria control program and inequities in health care at a national, provincial and particularly at the district level.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-08
Title : Inequity Of Access To Malaria Treatment In Times Of Economic Crisis And Health Sector Reform:
A Case Study Of Kulonprogo District, Yogyakarta Special Province Of Indonesia
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 50.000,-/ USD 15


REVIEW
Current health reform and decentralization is occurring against a backdrop of economic uncertainty brought about the economic crisis in 1997 and changes in national leadership. The malaria control program is vulnerable to changes due to decentralization because access to early diagnosis and appropriate treatment of febrile illnesses is the key to controlling malaria morbidity and mortality. The study examined the implications of economic change and decentralization on the malaria control program and inequities in health care at a national, provincial and particularly at the district level.

A Literature Review: The Contribution of The Private and Non-Governmental Sectors to The National Health Goals of Indonesia: Current Evidences and Alternatives of Policy/Strategy

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-09
Title : A Literature Review: The Contribution of The Private and Non-Governmental Sectors to The National Health Goals of Indonesia: Current Evidences and Alternatives of Policy/Strategy
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 45.000,-/ USD 15


REVIEW
The continued monetary crisis in Indonesia has affected public funding for health care and there is a need for new strategies and approaches to meet the health care needs of the Indonesian people. Government resources have not been sufficient to maintain the existing health systems, to meet increased demand due to population growth and rising public expectations, to increase access to services for those not covered by the current systems nor to improve the quality and level of care provided. As efficiency concerns come to the fore, there is the greater willingness to see how the private sector can play a role in the provision of health care that was formerly provided by the government. The ministry of health officially views the private sector as a partner in the provision of health services, and private health care providers are significant part of the health care delivery system in Indonesia.

The process of decentralization has been underway in Indonesia since January 2001. The implication of decentralization was that functions, process and resources were devolved from the Ministry of Health to local authorities. Regional autonomy will allow district and provincial governments to raise local revenue to fund their recurrent and development costs and a large degree of regulatory control. The central government ceased its role and concentrate on policy formulation, setting technical standard, monitoring, evaluation, offering management advice and training.

The problem faced by the government to empowering the private is that private sector providers in Indonesia have been under researched and therefore there are no available studies for policy making on public private partnership.

This study aims to describe the private sectors’ contribution in the health sectors, based upon the available evidence from various resources and also from specific case studies. From the study, it is recommended that the government should empower the private sectors and provide simple policy instruments which are useful for the central and local governments. Amid the limited references concerning with the private sectors in the health sector in Indonesia, this writing is expected to give a picture of various problems encountered in empowering the private sectors as the government’s partners in the autonomous era.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-09
Title : A Literature Review: The Contribution of The Private and Non-Governmental Sectors to The National Health Goals of Indonesia: Current Evidences and Alternatives of Policy/Strategy
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 45.000,-/ USD 15


REVIEW
The continued monetary crisis in Indonesia has affected public funding for health care and there is a need for new strategies and approaches to meet the health care needs of the Indonesian people. Government resources have not been sufficient to maintain the existing health systems, to meet increased demand due to population growth and rising public expectations, to increase access to services for those not covered by the current systems nor to improve the quality and level of care provided. As efficiency concerns come to the fore, there is the greater willingness to see how the private sector can play a role in the provision of health care that was formerly provided by the government. The ministry of health officially views the private sector as a partner in the provision of health services, and private health care providers are significant part of the health care delivery system in Indonesia.

The process of decentralization has been underway in Indonesia since January 2001. The implication of decentralization was that functions, process and resources were devolved from the Ministry of Health to local authorities. Regional autonomy will allow district and provincial governments to raise local revenue to fund their recurrent and development costs and a large degree of regulatory control. The central government ceased its role and concentrate on policy formulation, setting technical standard, monitoring, evaluation, offering management advice and training.

The problem faced by the government to empowering the private is that private sector providers in Indonesia have been under researched and therefore there are no available studies for policy making on public private partnership.

This study aims to describe the private sectors’ contribution in the health sectors, based upon the available evidence from various resources and also from specific case studies. From the study, it is recommended that the government should empower the private sectors and provide simple policy instruments which are useful for the central and local governments. Amid the limited references concerning with the private sectors in the health sector in Indonesia, this writing is expected to give a picture of various problems encountered in empowering the private sectors as the government’s partners in the autonomous era.

Understanding the Impact of The Multi-Dimensional Crisis and Health Reforms on Tuberculosis Control

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-10
Title : Understanding the Impact of The Multi-Dimensional Crisis and Health Reforms on Tuberculosis Control
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 50.000,-/ USD 15


REVIEW
Since the monetary crisis of 1997, Indonesia has also been suffering from various other crises. There has been an increase in horizontal conflict in several regions in Indonesia. Poverty, which is still a basic problem in many areas, has been exacerbated by the emergence of internally displaced populations resulting from these conflicts. The monetary crisis itself has weakened the ability of the government to fund health programs. In response to this, decentralization was considered one of the best ways out. With the Decentralization Law No. 22/1999, the prime responsibility for the planning and implementation of health programs including tuberculosis control was handed over to the district level. Internally Displaced Persons (IDPs) in the community and in IDP camps are at risk of tuberculosis due to poverty related factors and stressful life events.

This research aims to describe the health care access of internally displaced populations, particularly in terms of tuberculosis control, during the crisis and during the implementation of regional autonomy. It also aims to ascertain the cause of barriers to access, and to recommend interventions to reduce these inequities.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-10
Title : Understanding the Impact of The Multi-Dimensional Crisis and Health Reforms on Tuberculosis Control
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 50.000,-/ USD 15


REVIEW
Since the monetary crisis of 1997, Indonesia has also been suffering from various other crises. There has been an increase in horizontal conflict in several regions in Indonesia. Poverty, which is still a basic problem in many areas, has been exacerbated by the emergence of internally displaced populations resulting from these conflicts. The monetary crisis itself has weakened the ability of the government to fund health programs. In response to this, decentralization was considered one of the best ways out. With the Decentralization Law No. 22/1999, the prime responsibility for the planning and implementation of health programs including tuberculosis control was handed over to the district level. Internally Displaced Persons (IDPs) in the community and in IDP camps are at risk of tuberculosis due to poverty related factors and stressful life events.

This research aims to describe the health care access of internally displaced populations, particularly in terms of tuberculosis control, during the crisis and during the implementation of regional autonomy. It also aims to ascertain the cause of barriers to access, and to recommend interventions to reduce these inequities.

Factors Contributing to the Resilience of IDP and How Current Social Inequalities Affect the Persistence of Tuberculosis

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-11
Title : Factors Contributing to the Resilience of IDP and How Current Social Inequalities Affect the Persistence of Tuberculosis
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 50.000,-/ USD 15


REVIEW
Cooperation between government and private parties to control TB need reform because each party was still seen to go its own way. The positive response of private practitioners to distribute the government subsidy of OAT need to be taken seriously by eliminating the procedural obstacles. Because of the geographical obstacles, the facilities and infrastructure, and also the capability of staff to examine sputum three times in a valid way, then the discovery of bacillus resistant acid (BTA (+)) in diagnostic microscopes as the only indication of OAT distribution need to be reconsidered. Three things that could be carried out were: increase the capability of health staffs to examine sputum by ongoing and periodic training; discover another valid and efficient diagnosis technology or modify sputum test procedures to make it easier for health practitioners in the villages; or arrange an easier applied standard of TB diagnosis for remoted villages/areas. The ease of diagnostic procedure would increase access to OAT that was subsidized by government. The government may involve the private sector to help overcome the limited repatriation funds for IDP. The socialization to community of the local government rules in a direct and intense way would eliminate feelings of suspicion and worry, so that the IDP would not be rejected when they return to Kalimantan. The provision of financial capital and life-skills that could be relied on in the future need to be considered as an empowerment program for IDP who did not wish to return.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-11
Title : Factors Contributing to the Resilience of IDP and How Current Social Inequalities Affect the Persistence of Tuberculosis
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 50.000,-/ USD 15


REVIEW
Cooperation between government and private parties to control TB need reform because each party was still seen to go its own way. The positive response of private practitioners to distribute the government subsidy of OAT need to be taken seriously by eliminating the procedural obstacles. Because of the geographical obstacles, the facilities and infrastructure, and also the capability of staff to examine sputum three times in a valid way, then the discovery of bacillus resistant acid (BTA (+)) in diagnostic microscopes as the only indication of OAT distribution need to be reconsidered. Three things that could be carried out were: increase the capability of health staffs to examine sputum by ongoing and periodic training; discover another valid and efficient diagnosis technology or modify sputum test procedures to make it easier for health practitioners in the villages; or arrange an easier applied standard of TB diagnosis for remoted villages/areas. The ease of diagnostic procedure would increase access to OAT that was subsidized by government. The government may involve the private sector to help overcome the limited repatriation funds for IDP. The socialization to community of the local government rules in a direct and intense way would eliminate feelings of suspicion and worry, so that the IDP would not be rejected when they return to Kalimantan. The provision of financial capital and life-skills that could be relied on in the future need to be considered as an empowerment program for IDP who did not wish to return.

Prevalence of Anemia Among Pregnant Women and Children Under Fives in Gunungkidul Regency

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-12
Title : Prevalence of Anemia Among Pregnant Women and Children Under Fives in Gunungkidul Regency
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 45.000,-/ USD 15


REVIEW
Analysis of factors that contribute to the prevalence of anemia in children under fives notes that children under fives that reside in hilly areas have a risk 0.1 times higher of suffering from anemia compared to those living in flat areas, while children under fives that reside in coastal areas have a risk 13 times higher of suffering from anemia. Children under fives whose fathers have a low education level are at 0.01 times more risk of suffering from anemia compared to those whose fathers have a basic education. Giving exclusive breast-feeding has a negative impact in which the longer breast-feeding is given exclusively, the higher the risk of the children under fives suffering from anemia.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-12
Title : Prevalence of Anemia Among Pregnant Women and Children Under Fives in Gunungkidul Regency
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 45.000,-/ USD 15


REVIEW
Analysis of factors that contribute to the prevalence of anemia in children under fives notes that children under fives that reside in hilly areas have a risk 0.1 times higher of suffering from anemia compared to those living in flat areas, while children under fives that reside in coastal areas have a risk 13 times higher of suffering from anemia. Children under fives whose fathers have a low education level are at 0.01 times more risk of suffering from anemia compared to those whose fathers have a basic education. Giving exclusive breast-feeding has a negative impact in which the longer breast-feeding is given exclusively, the higher the risk of the children under fives suffering from anemia.

Advocacy, Communication & Social Mobilization Indicators and Public-Private Partnership in Tuberculosis Control

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-13
Title : Advocacy, Communication & Social Mobilization Indicators and Public-Private Partnership in Tuberculosis Control
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 75.000,-/ USD 25


REVIEW
CHPSC(Center for Health Policy and Social Change) has, since March 1, 2006, worked on the issue of partnership between government and the private sector in controlling Tuberculosis. This partnership was carried out in the 11 districts/cities of Central Java Province, i.e. the districts of Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kendal, Demak and Semarang city.

The efforts of CHPSC, the Central Java Province Health Office, District/City Health Offices, Health Centers and the private sector in implementing the TB Program Public Private Partnership in 11 Districts/City have successfully overcome several challenges. Among them were how to set up a strong link among the various parties of the private and public sectors. A strong link means a mutually beneficial partnership and acceptable roles of each party in TB program, from case finding up to the follow up of treatment. There is no such link in the normal situation because there is no established coordinative mechanism between those two important parties. Another challenge was to establish monthly basis reporting rather than existing quarterly reporting in 11 districts and 299 health centers on a timely manner. Strong links among the Provincial Health Office, District/City Health Offices, Health Centers, private providers and the hard-working program managers in CHPPS, allowed all this to happen.

CHPSC was assigned by WHO Jakarta, Indonesia to develop TB program ACSM (Advocacy, Communication and Social Mobilization) bank indicators. These indicators were completed with operational definitions, instrument and operational guidance. Various parties who were representatives of the National Tuberculosis Program (NTP), Non-Governmental Organizations, Community Organizations, were involved in the development process of indicators. The indicators were piloted in two provinces, i.e. East Kalimantan and Lampung provinces. Instruments at various levels which was developed based on such indicators were also tested.

Although efforts have been taken to meet all the program requirements, continued reviews, updates and improvements on these indicators should be carried out to meet the needs of tuberculosis decision makers.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-13
Title : Advocacy, Communication & Social Mobilization Indicators and Public-Private Partnership in Tuberculosis Control
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 75.000,-/ USD 25


REVIEW
CHPSC(Center for Health Policy and Social Change) has, since March 1, 2006, worked on the issue of partnership between government and the private sector in controlling Tuberculosis. This partnership was carried out in the 11 districts/cities of Central Java Province, i.e. the districts of Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kendal, Demak and Semarang city.

The efforts of CHPSC, the Central Java Province Health Office, District/City Health Offices, Health Centers and the private sector in implementing the TB Program Public Private Partnership in 11 Districts/City have successfully overcome several challenges. Among them were how to set up a strong link among the various parties of the private and public sectors. A strong link means a mutually beneficial partnership and acceptable roles of each party in TB program, from case finding up to the follow up of treatment. There is no such link in the normal situation because there is no established coordinative mechanism between those two important parties. Another challenge was to establish monthly basis reporting rather than existing quarterly reporting in 11 districts and 299 health centers on a timely manner. Strong links among the Provincial Health Office, District/City Health Offices, Health Centers, private providers and the hard-working program managers in CHPPS, allowed all this to happen.

CHPSC was assigned by WHO Jakarta, Indonesia to develop TB program ACSM (Advocacy, Communication and Social Mobilization) bank indicators. These indicators were completed with operational definitions, instrument and operational guidance. Various parties who were representatives of the National Tuberculosis Program (NTP), Non-Governmental Organizations, Community Organizations, were involved in the development process of indicators. The indicators were piloted in two provinces, i.e. East Kalimantan and Lampung provinces. Instruments at various levels which was developed based on such indicators were also tested.

Although efforts have been taken to meet all the program requirements, continued reviews, updates and improvements on these indicators should be carried out to meet the needs of tuberculosis decision makers.

Understanding Factors Contributing to the Resiliency of Aceh Health Workforce

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-14
Title : Understanding Factors Contributing to the Resiliency of Aceh Health Workforce
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 50.000,-/ USD 15


REVIEW
Political conflict and war between the Indonesia military and the separatist free movement, followed by Tsunami has resulted devastation and unprecedented humanitarian crisis in Aceh. Damage and destruction to Aceh health system and infrastructures is extensive and many health facilities are damaged in all affected areas. Rehabilitation of health system after conflict and Tsunami disaster need appropriate inputs for reconstructing health systems. This research aimed at understanding how the changes on health/social/political/organizational factors precipitated by conflict and Tsunami affecting health workforce and understanding the health workforce issues that are important to consider in restructuring Aceh. This is an observational research project using qualitative approach, i.e. document/publication review, interview and Focus Group Discussion. The respondent is particularly health personnel from various health service levels.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-14
Title : Understanding Factors Contributing to the Resiliency of Aceh Health Workforce
Author : Susilowati Tana
Publisher : CHPSC
Language : English
Price : Rp. 50.000,-/ USD 15


REVIEW
Political conflict and war between the Indonesia military and the separatist free movement, followed by Tsunami has resulted devastation and unprecedented humanitarian crisis in Aceh. Damage and destruction to Aceh health system and infrastructures is extensive and many health facilities are damaged in all affected areas. Rehabilitation of health system after conflict and Tsunami disaster need appropriate inputs for reconstructing health systems. This research aimed at understanding how the changes on health/social/political/organizational factors precipitated by conflict and Tsunami affecting health workforce and understanding the health workforce issues that are important to consider in restructuring Aceh. This is an observational research project using qualitative approach, i.e. document/publication review, interview and Focus Group Discussion. The respondent is particularly health personnel from various health service levels.

Pengelolaan Kesehatan Masyarakat dalam Kondisi Bencana

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-15
Title : Pengelolaan Kesehatan Masyarakat dalam Kondisi Bencana
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 10.000,-/ USD 5


REVIEW
Penyusunan buku saku pengelolaan kesehatan masyarakat dalam situasi bencana dimaksudkan untuk menjadi salah satu buku panduan praktis bagi tenaga kesehatan dan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan bencana di Indonesia. Buku saku yang penyusunannya diinspirasi oleh pengalaman dalam musibah gempa tektonik di Yogyakarta 27 Mei 2006 lalu ini memuat langkah-langkah pengelolaan bencana mulai dari pengkajian (assessment) masalah kesehatan dalam kondisi bencana (termasuk aspek psikis), perencanaan dan pengelolaan kesehatan masyarakat, aspek-aspek yang perlu diketahui dalam koordinasi lintas institusi dalam kondisi bencana, komunikasi, monitoring (pemantauan) perkembangan kesehatan masyarakat dalam kondisi bencana sampai dengan evaluasi program. Dijelaskan juga bagaimana tenaga kesehatan dapat melatih pihak lain agar mampu melaksanakan tugas yang sama (multi level helping). Selain tentang pengelolaan kesehatan masyarakat dalam situasi bencana, buku saku ini juga memuat pengelolaan kesehatan mental masyarakat terpadu yang langkah-langkahnya hampir sama dengan pengelolaaan kesehatan masyarakat. Pengelolaan kesehatan mental masyarakat terpadu ini berisi program pelayanan kesehatan mental terpadu pasca bencana, yang memuat langkah-langkah pelayanan kesehatan mental terpadu dalam menghadapi kegawatdaruratan, tahap rehabilitasi pasca bencana dan diakhiri dengan pengelolaan kesehatan mental masyarakat setelah situasi kembali normal. Bagian terakhir dari buku saku ini berisi langkah-langkah pembuatan tempat tinggal sementara atau permanent dan juga pendampingan berjenjang ganda yang ditujukan untuk melakukan pendampingan pada setiap tahap situasi yang dihadapi oleh masyarakat. Pada bagian akhir buku saku ini ditutup dengan catatan akhir yang berisi tentang latar belakang dan tujuan dibuatnya buku saku serta rekomendasi-rekomendasi yang ditujukan untuk semua pihak yang menggunakan buku saku sebagai acuan dalam menghadapi bencana.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-15
Title : Pengelolaan Kesehatan Masyarakat dalam Kondisi Bencana
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 10.000,-/ USD 5


REVIEW
Penyusunan buku saku pengelolaan kesehatan masyarakat dalam situasi bencana dimaksudkan untuk menjadi salah satu buku panduan praktis bagi tenaga kesehatan dan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan bencana di Indonesia. Buku saku yang penyusunannya diinspirasi oleh pengalaman dalam musibah gempa tektonik di Yogyakarta 27 Mei 2006 lalu ini memuat langkah-langkah pengelolaan bencana mulai dari pengkajian (assessment) masalah kesehatan dalam kondisi bencana (termasuk aspek psikis), perencanaan dan pengelolaan kesehatan masyarakat, aspek-aspek yang perlu diketahui dalam koordinasi lintas institusi dalam kondisi bencana, komunikasi, monitoring (pemantauan) perkembangan kesehatan masyarakat dalam kondisi bencana sampai dengan evaluasi program. Dijelaskan juga bagaimana tenaga kesehatan dapat melatih pihak lain agar mampu melaksanakan tugas yang sama (multi level helping). Selain tentang pengelolaan kesehatan masyarakat dalam situasi bencana, buku saku ini juga memuat pengelolaan kesehatan mental masyarakat terpadu yang langkah-langkahnya hampir sama dengan pengelolaaan kesehatan masyarakat. Pengelolaan kesehatan mental masyarakat terpadu ini berisi program pelayanan kesehatan mental terpadu pasca bencana, yang memuat langkah-langkah pelayanan kesehatan mental terpadu dalam menghadapi kegawatdaruratan, tahap rehabilitasi pasca bencana dan diakhiri dengan pengelolaan kesehatan mental masyarakat setelah situasi kembali normal. Bagian terakhir dari buku saku ini berisi langkah-langkah pembuatan tempat tinggal sementara atau permanent dan juga pendampingan berjenjang ganda yang ditujukan untuk melakukan pendampingan pada setiap tahap situasi yang dihadapi oleh masyarakat. Pada bagian akhir buku saku ini ditutup dengan catatan akhir yang berisi tentang latar belakang dan tujuan dibuatnya buku saku serta rekomendasi-rekomendasi yang ditujukan untuk semua pihak yang menggunakan buku saku sebagai acuan dalam menghadapi bencana.

Aspek Lingkungan, Biologi, dan Social Demam Berdarah Dengue (DBD) : Panduan Bagi Peneliti dan Fasilitator dalam Program Pemberdayaan Masyarakat

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-16
Title : Aspek Lingkungan, Biologi, dan Social Demam Berdarah Dengue (DBD) :
Panduan Bagi Peneliti dan Fasilitator dalam Program Pemberdayaan Masyarakat
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 60.000,-/ USD 15


REVIEW
Setiap musim penghujan tiba, hampir seluruh wilayah di Indonesia terutama di daerah perkotaan terjadi wabah atau kenaikan kasus demam berdarah. Sebagai contoh, kasus demam berdarah di Propinsi Yogyakarta pada tahun 2000 dan 2001 mencapai dua kali lipat angka nasional. Tulisan ini banyak mengambil lokasi di propinsi D.I. Yogyakarta, dikarenakan daerah tersebut menjadi lokasi penelitian multi country demam berdarah yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Sosial bersama 4 lembaga lain dari Thailand, Philipina, Myanmar, Srilanka, dan India. Pada tahun 2007 dan 2008, Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Sosial juga melakukan penelitian aksi (action) yang berbasis masyarakat di lima dusun di bantul bersama jejaring Ford Foundation (ff) yakni dusun Joho, Kedungpring, Warungpring, Klisat, Kadisoro.

Buku yang diperuntukkan bagi anggota tim peneliti/tim pendamping masyarakat yang bekerja untuk demam berdarah ini mencoba menjabarkan penyakit demam berdarah tidak hanya dari sisi biomedis semata, tetapi juga berkaitan dengan aspek-aspek lingkungan, biologi dan sosial supaya pembaca dapat memahami penyakit ini secara holistik sehingga dapat membantu mencarikan jalan keluar yang efektif bagi pengendalian demam berdarah dengue berbasis masyarakat. Selain itu juga terdapat ulasan teknis yang cukup rinci, seperti pemeriksaan jentik, identifikasi morfologi nyamuk yang sangat berguna bagi tenaga peneliti lapangan. Sebagian besar isi buku ini merupakan hasil studi pustaka yang dilakukan secara intensif pada saat pengembangan cetak biru penelitian. Pada bagian belakang, juga dilampirkan materi pelatihan survei pupae dan materi pelatihan lain yang terkait.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-16
Title : Aspek Lingkungan, Biologi, dan Social Demam Berdarah Dengue (DBD) :
Panduan Bagi Peneliti dan Fasilitator dalam Program Pemberdayaan Masyarakat
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 60.000,-/ USD 15


REVIEW
Setiap musim penghujan tiba, hampir seluruh wilayah di Indonesia terutama di daerah perkotaan terjadi wabah atau kenaikan kasus demam berdarah. Sebagai contoh, kasus demam berdarah di Propinsi Yogyakarta pada tahun 2000 dan 2001 mencapai dua kali lipat angka nasional. Tulisan ini banyak mengambil lokasi di propinsi D.I. Yogyakarta, dikarenakan daerah tersebut menjadi lokasi penelitian multi country demam berdarah yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Sosial bersama 4 lembaga lain dari Thailand, Philipina, Myanmar, Srilanka, dan India. Pada tahun 2007 dan 2008, Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Sosial juga melakukan penelitian aksi (action) yang berbasis masyarakat di lima dusun di bantul bersama jejaring Ford Foundation (ff) yakni dusun Joho, Kedungpring, Warungpring, Klisat, Kadisoro.

Buku yang diperuntukkan bagi anggota tim peneliti/tim pendamping masyarakat yang bekerja untuk demam berdarah ini mencoba menjabarkan penyakit demam berdarah tidak hanya dari sisi biomedis semata, tetapi juga berkaitan dengan aspek-aspek lingkungan, biologi dan sosial supaya pembaca dapat memahami penyakit ini secara holistik sehingga dapat membantu mencarikan jalan keluar yang efektif bagi pengendalian demam berdarah dengue berbasis masyarakat. Selain itu juga terdapat ulasan teknis yang cukup rinci, seperti pemeriksaan jentik, identifikasi morfologi nyamuk yang sangat berguna bagi tenaga peneliti lapangan. Sebagian besar isi buku ini merupakan hasil studi pustaka yang dilakukan secara intensif pada saat pengembangan cetak biru penelitian. Pada bagian belakang, juga dilampirkan materi pelatihan survei pupae dan materi pelatihan lain yang terkait.

Demam Berdarah Dengue (DBD) : Apa Yang Dapat Kita Lakukan?

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-17
Title : Demam Berdarah Dengue (DBD) : Apa Yang Dapat Kita Lakukan?
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 10.000,-/ USD 2


REVIEW
Kasus demam berdarah meningkat setiap musim hujan. Korban demam berdarah sebagian besar adalah anggota keluarga dan tetangga kita yang harus mondok di rumah sakit paling sedikit 3 hari. Biaya rumah sakit ditambah kerugian wktu untuk menunggui si sakit dan biaya transportasi ke puskesmas atau ruamh sakit bisa menghabiskan berjuta-juta rupiah.

Pencegahan penyakit demam berdarah merupakan tanggung jawab masyarakat dan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, nyamuk di rumah kita juga berbahaya bagi tetangga di sekitar kita, sebab jarak terbang nyamuk kurang lebih 100 meter dalam mencari mangsanya (menghisap darah), jadi adanya penderita demam berdarah menjadi potensi bagi nyamuk untuk menularkan demam berdarah yang berada di sekitarnya baik itu rumah, sekolah, tempat ibadah atau tempat umum lainnya.

Jadi marilah kita berpartisipasi bersama dalam mencegah demam berdarah, dimulai dari rumah dan halaman kita masing-masing. Belum ada cara jitu menaggulangi penyakit itu kecuali dengan pencegahan. Rumah dan halaman merupakan tanggung jawab kita, pengabaian terhadap tanggung jawab ini akan membahayakan anggota keluarga kita dan bahkan tetangga.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-17
Title : Demam Berdarah Dengue (DBD) : Apa Yang Dapat Kita Lakukan?
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 10.000,-/ USD 2


REVIEW
Kasus demam berdarah meningkat setiap musim hujan. Korban demam berdarah sebagian besar adalah anggota keluarga dan tetangga kita yang harus mondok di rumah sakit paling sedikit 3 hari. Biaya rumah sakit ditambah kerugian wktu untuk menunggui si sakit dan biaya transportasi ke puskesmas atau ruamh sakit bisa menghabiskan berjuta-juta rupiah.

Pencegahan penyakit demam berdarah merupakan tanggung jawab masyarakat dan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, nyamuk di rumah kita juga berbahaya bagi tetangga di sekitar kita, sebab jarak terbang nyamuk kurang lebih 100 meter dalam mencari mangsanya (menghisap darah), jadi adanya penderita demam berdarah menjadi potensi bagi nyamuk untuk menularkan demam berdarah yang berada di sekitarnya baik itu rumah, sekolah, tempat ibadah atau tempat umum lainnya.

Jadi marilah kita berpartisipasi bersama dalam mencegah demam berdarah, dimulai dari rumah dan halaman kita masing-masing. Belum ada cara jitu menaggulangi penyakit itu kecuali dengan pencegahan. Rumah dan halaman merupakan tanggung jawab kita, pengabaian terhadap tanggung jawab ini akan membahayakan anggota keluarga kita dan bahkan tetangga.

Demam Berdarah Dengue : DeBeDe Panduan bagi Kader/Tokoh Masyarakat Dalam Program Dusun dan RW Bebas Demam Berdarah

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-18
Title : Demam Berdarah Dengue : DeBeDe
Panduan bagi Kader/Tokoh Masyarakat Dalam Program Dusun dan RW Bebas Demam Berdarah
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 10.000,-/ USD 2


REVIEW
Demam berdarah merupakan penyakit penting di Indonesia. Setiap tahun, di hampir seluruh wilayah di Indonesia, terutama di perkotaan terjadi wabah atau kenaikan kasus saat musim penghujan datang. Oleh karena itu pemahaman terhadap penyakit ini penting bagi seluruh masyarakat, terutama yang secara langsung bekerja dalam gerakan dusun bebas demam brdarah. Bagian pendahuluan buku berusaha menyampaikan gambaran sekilas tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjangkitnya seseorang atauterjadinya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga kita bisa memahami betapa lingkungan dan perilaku manusia berpengaruh terhadap penyakit ini. Bab-bab selanjutnya menjelaskan secara khusus tentang faktor-faktor yang berkaitan dengan vektor, berbagai metode pencegahan DBD dan sekilas tentang deteksi dini dan pengobatan DBD. Buku ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kader dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam program pencegahan penyakit demam berdarah.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-18
Title : Demam Berdarah Dengue : DeBeDe
Panduan bagi Kader/Tokoh Masyarakat Dalam Program Dusun dan RW Bebas Demam Berdarah
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 10.000,-/ USD 2


REVIEW
Demam berdarah merupakan penyakit penting di Indonesia. Setiap tahun, di hampir seluruh wilayah di Indonesia, terutama di perkotaan terjadi wabah atau kenaikan kasus saat musim penghujan datang. Oleh karena itu pemahaman terhadap penyakit ini penting bagi seluruh masyarakat, terutama yang secara langsung bekerja dalam gerakan dusun bebas demam brdarah. Bagian pendahuluan buku berusaha menyampaikan gambaran sekilas tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjangkitnya seseorang atauterjadinya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga kita bisa memahami betapa lingkungan dan perilaku manusia berpengaruh terhadap penyakit ini. Bab-bab selanjutnya menjelaskan secara khusus tentang faktor-faktor yang berkaitan dengan vektor, berbagai metode pencegahan DBD dan sekilas tentang deteksi dini dan pengobatan DBD. Buku ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kader dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam program pencegahan penyakit demam berdarah.

Buku Panduan Bagi Dokter Kecil Dalam Program Sekolah Waspada Demam Berdarah

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-19
Title : Buku Panduan Bagi Dokter Kecil Dalam Program Sekolah Waspada Demam Berdarah
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 10.000,-/ USD 2


REVIEW
Pernahkan engkau melihat dan mendengar berita tentang demam berdarah di televise atau radio? Coba perhatikan, setiap musim hujan dating, dibertakan bahwa di banyak kota di Indonesia, tempat tidur di rumah sakit dipenuhi penderita demam berdarah dan sebagian besar penderitanya adalah teman-teman kita. Mereka yang sakit pada umumnya harus dirawat di rumah sakit dan tentu saja rasanya tidak enak serta merepotkan orang tua kita.

Mengapa penykit demam berdarah begitu dekat dengan kehidupan kita? Bagaimana lingkungan dan perilaku kita mempengaruhi kejadian demam berdarah? Bagaimana kita bisa berperan serta pada upaya pengendalian penyakit mematikan ini?

Setiap tahunnya hamper seluruh wilayah di Indonesia, terutama di perkotaan terjadi wabah atau kenaikan kasus demam berdarah saat musim penghujan dating. Oleh karena itu pemahaman terhadap penyakit ini penting bagi kita. Buku ini menjabarkan tentang penykit demam berdarah dengue beserta hal-hal yang berkaitan dengan penyakit tersebut.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-19
Title : Buku Panduan Bagi Dokter Kecil Dalam Program Sekolah Waspada Demam Berdarah
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 10.000,-/ USD 2


REVIEW
Pernahkan engkau melihat dan mendengar berita tentang demam berdarah di televise atau radio? Coba perhatikan, setiap musim hujan dating, dibertakan bahwa di banyak kota di Indonesia, tempat tidur di rumah sakit dipenuhi penderita demam berdarah dan sebagian besar penderitanya adalah teman-teman kita. Mereka yang sakit pada umumnya harus dirawat di rumah sakit dan tentu saja rasanya tidak enak serta merepotkan orang tua kita.

Mengapa penykit demam berdarah begitu dekat dengan kehidupan kita? Bagaimana lingkungan dan perilaku kita mempengaruhi kejadian demam berdarah? Bagaimana kita bisa berperan serta pada upaya pengendalian penyakit mematikan ini?

Setiap tahunnya hamper seluruh wilayah di Indonesia, terutama di perkotaan terjadi wabah atau kenaikan kasus demam berdarah saat musim penghujan dating. Oleh karena itu pemahaman terhadap penyakit ini penting bagi kita. Buku ini menjabarkan tentang penykit demam berdarah dengue beserta hal-hal yang berkaitan dengan penyakit tersebut.

A-Z Tentang Kesehatan Reproduksi untuk Pendidik Sebaya

0



DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-20
Title : Buku Panduan Bagi Dokter Kecil Dalam Program Sekolah Waspada Demam Berdarah
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 35.000,-/ USD 5


REVIEW
Buku panduan pendidik sebaya yang disusun oleh Yayasan Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Sosial (Center for Health Policy and Social Change) dan Lembaga Kajian Perilaku Sehat dan Ramah Lingkungan (Institute for Community and Behaviour Change) atas dukungan The Ford Foundation ini dipersembahkan bagi para pendidik sebaya remaja yang telah bersedia membantu kelompok mereka. Melalui para pendidik sebaya baik di sekolah maupun di tengah masyarakat inilah remaja bisa dengan mudah mengakses informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi, seksualitas, dan berbagai ketrampilan tentang kecakapan hidup yang mereka butuhkan. CHPSC dan ICBC mengucapkan terima kasih atas

bantuan dan kerjasama berbagai pihak, diantaranya Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman (Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman), BKKBN, dan rekan-rekan dari PKBI atas masukan secara langsung maupun tidak langsung terhadap buku panduan ini.


DETAIL BOOKS
Code : CHPSC-20
Title : Buku Panduan Bagi Dokter Kecil Dalam Program Sekolah Waspada Demam Berdarah
Author :
Publisher : CHPSC
Language : Indonesia
Price : Rp. 35.000,-/ USD 5


REVIEW
Buku panduan pendidik sebaya yang disusun oleh Yayasan Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Sosial (Center for Health Policy and Social Change) dan Lembaga Kajian Perilaku Sehat dan Ramah Lingkungan (Institute for Community and Behaviour Change) atas dukungan The Ford Foundation ini dipersembahkan bagi para pendidik sebaya remaja yang telah bersedia membantu kelompok mereka. Melalui para pendidik sebaya baik di sekolah maupun di tengah masyarakat inilah remaja bisa dengan mudah mengakses informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi, seksualitas, dan berbagai ketrampilan tentang kecakapan hidup yang mereka butuhkan. CHPSC dan ICBC mengucapkan terima kasih atas

bantuan dan kerjasama berbagai pihak, diantaranya Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman (Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman), BKKBN, dan rekan-rekan dari PKBI atas masukan secara langsung maupun tidak langsung terhadap buku panduan ini.
 
Design by Piet Puu and Special Thanks for emailmeform